Kick Andy-Dibalik Munculnya Harmoko




Kemunculan Harmoko di layar televisi cukup mengejutkan, apalagi diikuti dengan pendirian parpol yang dibackupnya. Ada apa gerangan?

Sudah tidak bisa dibantah lagi Harmoko adalah orang kesayangan sekaligus kepercayaan Pak Harto. Pada masa kepemimpinan Soeharto, semua tunduk patuh mengikuti petunjuk beliau, bahkan selevel ketua DPR pun Harmoko pernah menjabat pada posisi tersebut.

Mantan Ketua Golkar ini tanpa tedeng aling-aling mendeklarasikan Partai Kerakyatan Nasional, tindakannya memberikan kesan yang negatif dimata para pengamat politik, betapa tidak sebagai mantan ketua partai terbesar pada saat itu, ternyata Harmoko belum menyatakan keluar secara resmi dari keanggotaannya.

Ternyata sekarang ada tren pendirian partai politik oleh tokoh-tokoh nasional kita.

Saya ingin menyoroti pendirian parpol-parpol baru menjelang PILPRES (pemilihan presiden), ada salah satu pendiri partai yang pernah diundang wawancara di acara Apa Kabar Indonesia Pagi di TVONE, ketika ditanya soal tujuannya mendirikan partai, sang narasumber menjawab “…kita sudah gerah dengan pemerintah sekarang, rakyat kita sudah menderita, pemerintah hanya janji-janji saja, katanya BBM gak akan naik tapi gak lama kemudian pemerintah akan menaikan BBM…..”, jawaban ini membuat saya tersenyum sinis.

Mendirikan partai bukan perkara mudah, perlu dana yang luar biasa besarnya. Disebelah rumah saya ada DPC dari partai baru, menurut informasi harga sewa kantornya sekitar 9jutaan, letak kantornya di kota kecil - Sukabumi. Jika parpol baru ini memiliki sekretariat di 17 Provinsi (50% +1), 5 kota disetiap provinsinya, jika setiap sekretariatnya kita asumsikan memerlukan biaya sekitar 30 juta/tahun (rata-rata), maka minimal dana yang dibutuhkan oleh satu parpol baru pertahunnya berkisar 1,7 milyar. Itu baru satu parpol, kita kalikan saja dengan 60 parpol, hasilnya 102 milyar pertahun.




Saya pikir, bagi orang yang mempunyai hati nurani akan miris sekali melihat ada orang yang menghamburkan uang seperti itu, konon katanya pendirian parpol ini untuk “mensejahterakan rakyat”.

Saya menghormati tujuan mereka mendirikan partai politik, itu hak azasi mereka, namun yang membuat saya sedih, ketika tujuan itu membawa embel-embel “mensejahtarakan rakyat”, bukankah dengan uang 102 milyar pertahunnya dapat dipinjamkan kepada UKM sebagai modal yang kemudian dapat menyerap tenaga kerja, diberikan kepada siswa/i terbaik bangsa untuk melanjutkan pendidikannya, membangun sekolah-sekolah yang rusak.

Terus terang sampai saya menyelesaikan tulisan ini, belum mendapatkan sms, telpon atau surat yang memberikan penjelasan motivasi mereka mendirikan parpol. Mungkin Anda yang membaca tulisan ini salah satunya, kalau tidak keberatan mohon dijawab.

Semoga terinspirasi!

Salam
DS Rachmat



Sukabumi

CO.CC:Free Domain This entry was posted on Friday, May 16th, 2008 and is filed under Sosial Politik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Sponsors

Tulisan Terbaru

Komentar Terbaru

Tulisan Populer

Tags

Blinds