Kita ramai-ramai beropini dan berpolemik, negara asing ramai-ramai menjajah kita.



Pada masa lampau negara-negara yang mempunyai power ramai-ramai datang ke Indonesia. Tujuannya adalah tidak lain dan tidak bukan mengeruk kekayaan alam yang berlimpah. Senjata berat dan canggih dikerahkan untuk menaklukan bangsa kita.

Korban berjatuhan dikedua belah pihak, istri-istri yang ditinggal mati berperang suaminya kala itu sudah menjadi biasa. Anak-anak yang seyogyanya menikmati masa kecilnya, terganggu oleh dentuman bom, ada yang kelaparan ada juga yang kekenyangan (di pihak penjajah).

Peristiwa tersebut terjadi pada masa penjajahan bangsa kita, lalu pertanyaannya adalah apa hubungannya dengan masa sekarang?

Apakah kondisi yang saat ini kita alami sama dengan pengalaman orang tua, kakek dan nenek kita pada waktu itu?.

Jika jawabannya YA, saya setuju dengan Anda. Saat ini kita masih dijajah oleh bangsa lain, tentunya dengan bentuk lain.

Pada masa lampau bangsa kita dikeruk kekayaan alamnya, pada saat ini mereka mengeruk kekayaan kita melalui cara lain, namun dengan tujuan yang sama, contohnya perusahaan pertambangan FREEPORT, INDOSAT yang sebagian besar sahamnya dikuasai perusahaan Singpura, XL (Malaysia), TELKOMSEL (Singapura), makanan dan minuman yang biasa kita konsumsi; kecap BANGO, ABC, AQUA, McDonald, KFC, STARBUCK, DUNKIN DONUT, COCA-COLA, PEPSI, dll. Jika Anda mempunyai data tambahan atau memperbaiki data diatas, mohon ditambah dan diperbaiki.

Jadi setiap kita mengkonsumsi produk-produk tersebut sebagian keuntungannya mengalir ke luar negeri, lalu pemerintah kita meminjam uang ke sana yang notabene negara asal dari perusahaan-perusahaan asing yang mendirikan perusahaan disini.

Saya berharap Anda mulai berfikir begini, “ternyata dari dulu sampai sekarang kita masih dijajah toh”.

Ketika kita sadar dengan kondisi yang kita alami saat ini, lalu timbul pertanyaan “apakah dengan opini dan berpolemik penjajahan gaya baru ini akan berhenti?”.




Bangsa kita sibuk bertengkar, sementara pihak asing diatas pesawat sedang memilah-milah mencari perusahaan yang akan mereka beli untuk dijadikan mesin uang mereka, iya betul “menjadi mesin uang mereka” ingat gaji buruh kita rendah sekali dan banyak dirugikan.

Ingat kasus salah satu pabrik sepatu di tangerang yang terjadi beberapa waktu lalu, para penjajah gaya baru ini dengan seenaknya mengalihkan kontraknya begitu saja. Mereka memindahkan orderannya ke negara yang mempunyai standar upah buruh yang lebih rendah.

Sekali lagi saya tanya “apakah dengan berpolemik dan beropini para penjajah ini akan menghentikan ulahnya?”

Semoga menginspirasi.

Salam
DS Rachmat


CO.CC:Free Domain This entry was posted on Saturday, May 17th, 2008 and is filed under Sosial Politik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

One Response to “Kita ramai-ramai beropini dan berpolemik, negara asing ramai-ramai menjajah kita.”

  1. Dany JOY on May 19th, 2008 at 2:00 am

    Penjajahan rasanya tidak akan henti-hentinya digelar oleh mereka, kaum kaya dan kaum pintar yang “haus” kepuasan. Sampai kini, Indonesia memang tetap menjadi salah satu negara yang dijajah.

Leave a Reply