Kita ramai-ramai beropini dan berpolemik, negara asing ramai-ramai menjajah kita.



Pada masa lampau negara-negara yang mempunyai power ramai-ramai datang ke Indonesia. Tujuannya adalah tidak lain dan tidak bukan mengeruk kekayaan alam yang berlimpah. Senjata berat dan canggih dikerahkan untuk menaklukan bangsa kita. Continue reading “Kita ramai-ramai beropini dan berpolemik, negara asing ramai-ramai menjajah kita.” »

Kenaikan BBM Di Mata BJ Habibie

Dengan penuh semangat Mantan Presiden BJ Habibie mengatakan bahwa “…Hentikan berpolemik!, eksekutif dan legislatif harus bekerjasama….” ungkapan ini dikeluarkan pada program Todays Dialogue yang disiarkan METRO TV pada pukul 22.00 tanggal 14 mei 2008.

Dialog ini cukup menarik karena mengangkat tema kenaikan BBM dunia yang berdampak pada perekonomian dalam negeri. Dihadiri oleh Wakil Presiden Yusuf Kalla, Amien Rais tokoh reformasi, Kwik Kian Gie dan mantan kepada BIN Hendro Priyono. Continue reading “Kenaikan BBM Di Mata BJ Habibie” »

Solusi Kenaikan BBM

Pemberlakuan kenaikan BBM semakin dekat (menurut pemerintah akhir mei ini), Besaran kenaikannya berkisar 25 persen sampai 30 persen. Apakah yang Anda lakukan? menggerutu, mencaci maki pemerintah atau Anda mengumpulkan massa untuk berdemo di depan istana dan gedung DPR/MPR? Continue reading “Solusi Kenaikan BBM” »

Kunjungan Bill Gates – Presiden Lancar B Inggris

Mungkin ada yang mempunyai perasaan yang sama dengan yang saya rasakan saat ini, tepatnya tanggal 8 mei 2008, Presiden SBY berdampingan dengan Bill Gates tampil berbicara di depan sekitar 2500 audiens disaksikan oleh masyarakat Indonesia dan Internasional melalui media TV. Continue reading “Kunjungan Bill Gates – Presiden Lancar B Inggris” »

Kick Andy – Mas Sugeng aja bisa jadi Inspirator

Jika kita perhatikan iklan minuman berenegi serbuk di TV, ada beberapa orang yang tidak memiliki kaki menjadi bintang iklannya. Dapat dipastikan salah satunya adalah Den Mas Sugeng Siswoyudhono, beliau adalah pembuat kaki palsu. Continue reading “Kick Andy – Mas Sugeng aja bisa jadi Inspirator” »

Malaikat Kecil

Seorang anak menengadahkan tangannya yang berisi permen kepada dua sahabatnya, dengan maksud menawarkan dua permennya kepada mereka. Dilihat dari penampilannya dia bukan anak yang dilahirkan dari keluarga yang sehat secara ekonomi, tanpa alas kaki, bajunya terlihat kumal, sepertinya ibunya hanya mencuci menggunakan sabun colek, tidak seperti kebanyakan ibu-ibu lainnya yang memakai detergen yang iklannya sering muncul di televisi.

Entah apa yang ada dipikiran si anak, sehingga rela berbagi manisnya permen kepada kedua temannya itu, padahal kalau saja dia simpan di sakunya bisa untuk dimakan besok atau dihabiskan sendiri pada saat itu. Seperti malaikat kecil saja, gumamku dalam hati.

Belakangan diketahui bapaknya hanya pekerja serabutan, tidak tentu pekerjaannya begitupun hasilnya, tak menyangka seorang bapak yang berperawakan kurus ini telah mempunyai tiga orang anak, pemberi permen tadi anak yang paling kecil, usianya sekitar 4 tahunan.

Tanpa kita sadari diseklilingi kita banyak anak kecil yang hatinya menyerupai malaikat. Sosok kecil yang tak segan-segan berbuat baik tanpa ada motif apa-apa dibaliknya. Malaikat kecil ini sering luput dari perhatian kita, betapa mulia dan ikhlasnya mereka dalam berbuat. Mereka belum terkontaminasi oleh nilai-nilai buruk keserakahan, ketamakan, kesombongan, kekuasaan dan nilai-nilai buruk lainnya yang membuat orang dewasa terjebak kepada kepentingannya sendiri tanpa memperdulikan lingkungannya.

Ketulusan seorang anak terbukti melalui dua buah permen yang ia bagikan kepada sahabatnya sebagai symbol pengorbanan, keikhlasan dan ketulusan membagi kebahagiaan kepada sesamanya.

Ternyata kita terlalu memandang jauh keluar sana untuk sekedar mencari teladan, padahal di rumah kita ada malaikat kecil yang patut kita teladani akhlaknya. Sosok kecil yang terkadang dibuat menangis oleh kita karena kesalahan sepele, makhluk kecil yang tidak segan-segan kita tolak permintaannya padahal sangat berarti buat dia.

Anak kecil saja bisa menunjukan akhlak mulianya di depan kita, bagaimana dengan orang-orang dewasa yang mempunyai titel pendidikan seabreg, mempunyai jabatan yang berpengaruh, mempunyai sertifikat pelatihan kepribadian yang terkenal. Jangan sampai semua itu dikalahkan oleh seorang anak yang mengenyam bangku sekolahpun belum.

Salam

DS Rachmat
Sukabumi

Nikmatnya Bersyukur

Terkadang kita jarang memperhatikan atau bahkan lupa dengan apa yang telah kita nikmati selama ini. Mulai dari membuka mata sampai menutupnya kembali. Seandainya kita bertafakur, ternyata banyak sekali nikmat yang kita peroleh mulai dari nikmat membuka mata, melihat, makan, mengedipkan mata bahkan menutup mata untuk beristirahat agar bisa beraktifitas keesokan harinya adalah sekumpulan nikmat yang tak terhitung jumlahnya.

Apakah kita pernah bertanya kepada hati kecil kita sendiri, darimanakah semua nikmat itu berasal?, jawabannya tentu kita semua tahu, itu semua berasal dari dzat yang maha agung Allah SWT. Dia-lah yang memberikan kenikmatan itu semua. Lalu apa yang kita korbankan untuk semua itu? Alloh tidak meminta apapun dari umatnya, Dia hanya meminta untuk bersyukur atas segala yang telah diberikannya.

Sudahkah kita bersyukur? Jawabannya hanya ada pada hati kecil masing-masing umat manusia.

Terkadang kita sering mengeluh ketika bangun tidur tidak ada teh atau kopi disamping meja tempat tidur, padahal diberi kesempatan untuk membuka kedua mata kembali, itu sudah luar biasa nikmatnya. Bandingkan dengan orang yang tidak mempunyai mata, jangankan membuka mata, melihatpun mereka tidak mampu.

Orang bijak mengatakan jika kita ingin bersyukur kita harus melihat kebawah, melihat orang-orang yang hidupnya tidak seberuntung kita saat ini. Ketika kita makan coba lihat para pengemis jalanan yang tak tentu kapan jam makannya. Ketika dipagi hari tatkala melihat sepatu kita yang sudah rusak, coba perhatikan orang-orang cacat yang tidak mempunyai kedua kaki. Kita masih beruntung bisa menggunakan sepasang sepatu, sedangkan mereka kakinyapun tidak punya. Alangkah beruntungnya kita.

Wahai sahabat..! alangkah nikmatnya hidup dalam rangkaian syukur, hidup menjadi nyaman, tentram. Jangan isi masa hidup ini dengan mengeluh, karena sedetikpun kita gunakan untuk mengeluh, berarti detik itu pula yang akan menggerogoti nikmatnya hidup ini. Gunakan waktu yang sedikit ini untuk bersyukur….!!!

Salam

DS Rachmat
Sukabumi