<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Inspiratif.Com - Inspirasi Positif. &#187; Sosial Politik</title>
	<atom:link href="http://www.inspiratif.com/category/sosial_politik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.inspiratif.com</link>
	<description>Tulisan, kisah dan cerita inspiratif untuk direnungkan.</description>
	<lastBuildDate>Thu, 20 May 2010 02:43:56 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Ironi Politik di Indonesia</title>
		<link>http://www.inspiratif.com/ironi-politik-di-indonesia/</link>
		<comments>http://www.inspiratif.com/ironi-politik-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 May 2009 07:58:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DS Rachmat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial Politik]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[ironi politik]]></category>
		<category><![CDATA[koalisi]]></category>
		<category><![CDATA[parpol]]></category>
		<category><![CDATA[partai politik]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[suara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.inspiratif.com/?p=203</guid>
		<description><![CDATA[


Sadarkah kita, ironi politik yang terjadi di Indonesia saat ini?
Dulu ketika para petinggi partai politik mendeklarasikan partai politik barunya, mereka beralasan berbeda ideologi atau visi dan misi dengan partai politik lainnya. Sehingga tidak memungkinkan untuk berada dalam satu parpol.
Namun ketika pemilihan presiden kian dekat, dan tidak ada parpol yang memiliki persentase suara yang cukup kuat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style='overflow: auto; border:0px ; float:left; padding:0px ; margin:10px 10px 0px 0px;'>
<img src="http://www.jewishjournal.com/images/thegodblog_images/ReligionPolitics-764320.jpg" alt="Parpol - Partai Politik" / width="250" heigjt="200">
</div>
<p>Sadarkah kita, ironi politik yang terjadi di Indonesia saat ini?</p>
<p>Dulu ketika para petinggi partai politik mendeklarasikan partai politik barunya, mereka beralasan berbeda ideologi atau visi dan misi dengan partai politik lainnya. Sehingga tidak memungkinkan untuk berada dalam satu parpol.</p>
<p>Namun ketika pemilihan presiden kian dekat, dan tidak ada parpol yang memiliki persentase suara yang cukup kuat di DPR, mereka berbondong-bondong melobi satu persatu parpol yang tadinya mereka anggap berbeda itu. Para petinggi parpol mendadak ramah, saling tersenyum dan saling memuji petinggi parpol yang akan diajak koalisi.</p>
<p>Sebuah ironi yang tidak patut kita contoh.</p>
<p>Itu menurut saya, bagaimana kalau menurut anda?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.inspiratif.com/ironi-politik-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tokoh partai &#8216;rukun&#8217;</title>
		<link>http://www.inspiratif.com/tokoh-partai-rukun/</link>
		<comments>http://www.inspiratif.com/tokoh-partai-rukun/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Oct 2008 17:07:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DS Rachmat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.inspiratif.com/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[Ada yang beda menjelang hari raya Idul Fitri kali ini. Meja bundar yang ditata sedemikian rupa dipenuhi oleh beberapa tokoh partai di Indonesia. Sebut saja Yusudf Kalla (Wapres, Golkar), Yusril Ihza Mahendra (PBB), Wiranto (Hanura), Taufik Kemas (PDIP), Hidayat Nur Wahid (PKS), Muhaimin Iskandar (PKB) dan pemimpin redaksi Republika Ikhwanul kiram Mashuri. Peristiwa yang terbilang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada yang beda menjelang hari raya Idul Fitri kali ini. Meja bundar yang ditata sedemikian rupa dipenuhi oleh beberapa tokoh partai di Indonesia. Sebut saja Yusudf Kalla (Wapres, Golkar), Yusril Ihza Mahendra (PBB), Wiranto (Hanura), Taufik Kemas (PDIP), Hidayat Nur Wahid (PKS), Muhaimin Iskandar (PKB) dan pemimpin redaksi Republika Ikhwanul kiram Mashuri. Peristiwa yang terbilang langka ini disiarkan oleh stasiun tv nasional. Apakah yang sebenernya terjadi?<span id="more-132"></span></p>
<table>
<tr>
<td><img src="http://inspiratif.com/images/ads/square/default.png"></td>
<td><!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --><br />
<script src="http://adsensecamp.com/show/?id=8f3xW%2BN6h7g%3D&#038;cid=1mKE6FR8OXo%3D&#038;chan=0NxsFGASQ1M%3D&#038;type=5&#038;title=3D81EE&#038;text=000000&#038;background=FFFFFF&#038;border=FFFFFF&#038;url=3D81EE" type="text/javascript">
</script><br />
<!-- End: http://adsensecamp.com/ --></td>
</tr>
</table>
<p>Rupanya mereka diundang oleh TVONE dalam program acara &#8216;Cover Story&#8217; (30/09/08), tema yang diangkat pada waktu itu &#8216;Islam dan Politik&#8217;. Mereka membahas tentang peranan dan hubungan Islam dengan politik. Dialog yang disponsori oleh surat kabar harian Republika ini cukup kondusif, sepertinya mereka menahan ego masing-masing untuk saling berdebat, namun tetap saja ada sedikit perdebatan.</p>
<p>Selama saya mengikuti dialog tersebut, ada suasana sejuk, tenang dan komunikatif. Setiap ada perbedaan pendapat diantara mereka, mereka jawab tanpa menarik urat syaraf. Saya pikir luar biasa sekali apabila pertemuan seperti ini diagendakan secara rutin.</p>
<p>Ada pembahasan yang sedikit melenceng dari tema yang diangkat, yaitu &#8216;koalisi&#8217;, akhir-akhir ini ada dikotomi antara partai Islam dan Nasionalis, memang ada perbedaan, namun baik Partai Islam maupun Nasionalis menginginkan masa depan Indonesia semakin jelas.</p>
<p>Kita sebagai rakyat, senang melihat dua golongan yang selama ini berbeda pendapat bersatu demi bangsa. Padahal menjelang PILPRES 2009 suhu politik di Indonesia semakin panas, lihat saja para tokoh partai &#8216;Capres&#8217; yang memasang iklan di stasiun tv nasional, sebut saja: Wiranto, Yusuf Kalla, Rizal Malarangeng, Sutrisno Bachir, tidak ketinggalan juga presiden sekarang &#8216;Soesilo Bambang Yudhoyono&#8217;.</p>
<p>Rupanya PILPRES 2009 akan semakin seru dan penuh persaingan. Tapi kita sebagai pemegang hak pilih mempunyai tanggung jawab memilih pemimpin yang beradab.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.inspiratif.com/tokoh-partai-rukun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keberadaan partai politik dipertanyakan</title>
		<link>http://www.inspiratif.com/keberadaan-partai-politik-dipertanyakan/</link>
		<comments>http://www.inspiratif.com/keberadaan-partai-politik-dipertanyakan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jul 2008 08:23:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DS Rachmat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial Politik]]></category>
		<category><![CDATA[aktifis]]></category>
		<category><![CDATA[KPU]]></category>
		<category><![CDATA[parpol]]></category>
		<category><![CDATA[partai politik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[sekretariat]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.inspiratif.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Di sebelah rumah saya sudah berdiri kantor sekretariat parpol baru, belakangan diketahui, parpol tersebut telah lulus verifikasi faktual KPU pusat. Pada tulisan yang lalupun saya sudah membahas sedikit mengenai keberadaannya di lingkungan saya.









Saya ingin mempertanyakan keberadaan partai politik di bumi Indonesia tercinta ini. Kita tahu bahwa sebagian besar calon kepala daerah masih diusung oleh partai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di sebelah rumah saya sudah berdiri kantor sekretariat parpol baru, belakangan diketahui, parpol tersebut telah lulus verifikasi faktual KPU pusat. Pada tulisan yang lalupun saya sudah membahas sedikit mengenai keberadaannya di lingkungan saya.<span id="more-59"></span></p>
<table>
<tr>
<td><img src="http://inspiratif.com/images/ads/square/default.png"></td>
<td><!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --><br />
<script src="http://adsensecamp.com/show/?id=8f3xW%2BN6h7g%3D&#038;cid=1mKE6FR8OXo%3D&#038;chan=0NxsFGASQ1M%3D&#038;type=5&#038;title=3D81EE&#038;text=000000&#038;background=FFFFFF&#038;border=FFFFFF&#038;url=3D81EE" type="text/javascript">
</script><br />
<!-- End: http://adsensecamp.com/ --></td>
</tr>
</table>
<p>Saya ingin mempertanyakan keberadaan partai politik di bumi Indonesia tercinta ini. Kita tahu bahwa sebagian besar calon kepala daerah masih diusung oleh partai politik. Partai politik tersebut mencalonkan kadernya untuk diikutsertakan pada pemilihan kepala daerah secara langsung, tentu saja dipilih langsung oleh rakyat.</p>
<p>Saya membayangkan, ketika sang kader tersebut memimpin daerah, dia akan mempunyai tugas untuk melayani rakyatnya yang notabene telah memilihnya. </p>
<p>Partai politik beserta calonnya tersebut, sering menggembar-gemborkan janji-janji mulia mereka untuk menjadi pemimpin, pada intinya janjinya adalah untuk mensejahterakan rakyat, kurang lebih seperti itu.</p>
<p>Jika tujuannya seperti itu, kenapa tidak dimulai dari aktivisnya? sekretariat mereka yang minimal tersebar di 22 provinsi seharunya mempunyai agenda untuk tujuan mulia tersebut. Bukankah tujuan mereka untuk mensejahterakan rakyat! Jika demikian kenapa kantornya hanya ramai ketika menjelang pemilu?</p>
<p>Jika memang tujuannya untuk melayani rakyat, kenapa kantor-kantor sekretariat mereka di hampir seluruh provinsi tidak memiliki kegiatan sosial yang berimbas langsung kepada rakyat?. Lalu apa fungsinya aktifis parpol? apa hanya bertugas sebagai tim sukses saja?</p>
<p>Lagi dan lagi saya berbeda pandangan dengan orang-orang yang kelihatannya cerdas ini.</p>
<p>Coba kita perhatikan program acara dialog di layar televisi, para tokoh politik sering mengatasnamakan rakyat dalam berpendapat. Mungkin rakyat yang mereka maksud aktifis partainya, keluarga dan sahabat karibnya atau orang-orang yang dekat dengannya (Lagi-lagi saya berbeda pendapat).</p>
<p>Menurut pendapat saya, seandainya kantor sekretariat partai politik di berbagai daerah ini tidak mempunyai kegiatan yang jelas, lebih baik dimanfaatkan oleh para pedagang kecil yang membutuhkan, seperti pedagang sayuran, ikan asin, buah-buahan untuk berjualan. Saya pikir tanpa harus berbicara di depan media sampai berbusa, partai politik tersebut sudah memberikan manfaat kepada rakyatnya, walaupun hanya segelintir. Ini hanya saran loh!</p>
<p>Menurut pengamatan anda, seperti apakah peran aktifis partai politik di daerah-daerah? apakah mereka melakukan aktifitas yang menjurus kepada peningkatan kesejahteraan rakyat?</p>
<p>Saya tunggu pedapatnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.inspiratif.com/keberadaan-partai-politik-dipertanyakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Film pendek ala poliTIKUS</title>
		<link>http://www.inspiratif.com/film-pendek-ala-politikus/</link>
		<comments>http://www.inspiratif.com/film-pendek-ala-politikus/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jul 2008 07:14:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DS Rachmat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial Politik]]></category>
		<category><![CDATA[calon presiden]]></category>
		<category><![CDATA[film pendek politikus]]></category>
		<category><![CDATA[kampanye]]></category>
		<category><![CDATA[parpol]]></category>
		<category><![CDATA[Politikus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.inspiratif.com/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[Jangan berharap anda mendapatkan penjelasan mengenai pembuatan film pendek sungguhan pada tulisan saya kali ini. Saya ingin berbagi uneg-uneg mengenai maraknya iklan para poliTIKUS entah itu yang mau jadi calon presiden ataupun calon kepala daerah.



Coba perhatikan di layar televisi yang semakin bening itu. Lebih fokus lagi pada jam-jam primetime-18.00-21.00 sudah dipastikan kita akan disuguhi oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jangan berharap anda mendapatkan penjelasan mengenai pembuatan film pendek sungguhan pada tulisan saya kali ini. Saya ingin berbagi uneg-uneg mengenai maraknya iklan para poliTIKUS entah itu yang mau jadi calon presiden ataupun calon kepala daerah.<br />
<span id="more-57"></span></p>
<div float='left'><img src="http://www.inspiratif.com/wp-content/uploads/2008/07/tikus.jpg" alt="film pendek ala politikus" />
</div>
<p>Coba perhatikan di layar televisi yang semakin bening itu. Lebih fokus lagi pada jam-jam primetime-18.00-21.00 sudah dipastikan kita akan disuguhi oleh iklan sekitar 30 detik (saya menyebutnya film pendek) dari para poliTIKUS kita.</p>
<p>Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa saat ini mulai dari presiden sampai bupati dipilih langsung oleh rakyat, jadi tidak heran kalau para poliTIKUS berlomba-lomba membentuk imej atau berganti baju secara kilat. Padahal tidak sedikit diantaranya termasuk orang yang &#8220;berdosa&#8221; pada masa jabatannya.</p>
<p>Saya ingin menyoroti mengenai kucuran dana yang dikeluarkan oleh para poliTIKUS tersebut untuk membuat iklan. Memasang iklan pada media televisi pada jam primetime tentu tidak murah, bisa sampai puluhan juta rupiah untuk setiap 30 detiknya.<br />
<!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --><br />
<script src="http://adsensecamp.com/show/?id=8f3xW%2BN6h7g%3D&#038;cid=1mKE6FR8OXo%3D&#038;chan=0NxsFGASQ1M%3D&#038;type=5&#038;title=3D81EE&#038;text=000000&#038;background=FFFFFF&#038;border=FFFFFF&#038;url=3D81EE" type="text/javascript">
</script><br />
<!-- End: http://adsensecamp.com/ --></p>
<p>Pertanyaannya, darimanakah uang tersebut berasal? tentu kita ragu kalau uang tersebut berasal dari kocek para poliTIKUS ini. Seperti yang disinyalir oleh berbagai media, uang kampanye tersebut berasal dari donatur. Lalu apakah para donatur ini memberikan uangnya secara ikhlas dan sukarela? mungkin ada, tapi sangat sedikit sekali.</p>
<p>Menjadi pemimpin bukan perkara mudah dan ringan. Seorang pemimpin harus mampu mengayomi rakyatnya. Apa yang dirasakan rakyatnya harus dirasakan juga oleh pemimpin. Ketika rakyatnya butuh pertolongan, maka pemimpinlah yang berkewajiban menolong. Seorang pemimpin harus berusaha sekuat tenaga untuk mensejahterakan rakyatnya. Jika sudah melakukan itu maka dia akan dicintai oleh rakyatnya dengan tulus dari hati yang paling dalam.</p>
<p>Menurut pandangan saya, menjadi pemimpin itu sungguh luar biasa beratnya. Namun lagi-lagi saya berbeda pandangan dengan para poliTIKUS.</p>
<p>Pertanyaan yang menjadi tanda tanya besar di benak saya adalah kalau menjadi pemimpin itu berat, lalu kenapa ada yang berani mencalonkan diri menjadi pemimpin, presiden atau kepala daerah? bahkan berani mengucurkan uang milyaran rupiah demi melancarkan jalan menuju kursi empuk? Seandainya mereka mempunyai niat tulus dan ikhlas demi mensejahterakan rakyat, saya acungi empat jempol sekaligus.</p>
<p>Menurut tuntunan agama yang saya anut, seorang pemimpin itu harus <strong>dicalonkan </strong>bukan <strong>mencalonkan</strong>. Saya sangat setuju, bagaimana mungkin ada orang yang mau mengajukan diri untuk mengangkat beban apalagi dengan sogokan.</p>
<p>Belakangan ini kerja keras dari tim KPK sudah menuai prestasi. Beberapa pejabat atau poliTIKUS yang korup sudah terkena batunya. Mereka kedapatan sedang, telah dan akan melakukan tindakan korupsi.</p>
<p>Mungkin itulah jawaban yang saya pertanyakan selama ini. Para poliTIKUS yang sepertinya baik hati kepada rakyat pada masa kampanye, ketika menjabat akan meraup uang rakyat untuk mengembalikan uang yang habis untuk kampanye yang telah dilakukannya pada masa lalu.</p>
<p>NB: poliTIKUS adalah para politisi busuk yang memakan harta bukan haknya, yang berasal dari darah dan keringat rakyat, seperti halnya tikus-tikus yang mencuri makanan tanpa seijin empunya. </p>
<p><strong>Komentar dari forum detik</strong></p>
<blockquote><p>
ada politikus yg emang kaya krn dia pedagang, ada yg kaya karena dia jendral, ada yg kaya karena donatur&#8230;</p>
<p>kl pake logika sederhana aja, kl mereka keluar duit sebanyak itu, berarti minimal harus balik modal kan? yg jelas sih mereka ngincer keuntungan lah&#8230;apakah pemimpin yg berusaha menutupi kerugian uang mereka dengan menjabat merupakan calon pemimpin negara kita?</p>
<p>apakah anda2 mau dipimpin oleh poli-tikus busuk yg hanya mengincar keuntungan pribadi/kelompok??</p>
<p>bagus topik ini diangkat&#8230;</p>
<p>mari kita berpikir!</p>
<p>oleh tomche
</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.inspiratif.com/film-pendek-ala-politikus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Meraih Popularitas Di Atas Perut Rakyat Demi Kekuasaan.</title>
		<link>http://www.inspiratif.com/meraih-popularitas-di-atas-perut-rakyat-demi-kekuasaan/</link>
		<comments>http://www.inspiratif.com/meraih-popularitas-di-atas-perut-rakyat-demi-kekuasaan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 May 2008 08:29:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DS Rachmat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial Politik]]></category>
		<category><![CDATA[BBM]]></category>
		<category><![CDATA[kekuasaan]]></category>
		<category><![CDATA[keserakahan]]></category>
		<category><![CDATA[Politikus]]></category>
		<category><![CDATA[popularitas]]></category>
		<category><![CDATA[rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[wakil rakyat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.inspiratif.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Apabila kita perhatikan beberapa bulan belakangan ini , mata kita diakrabi dengan iklan para politikus yang sedang membangun popularitas dan imej di mata rakyat Indonesia, menjelang pemilihan Presiden 2009. Konon katanya iklan yang ditayangkan di televisi nasional ini akan berlangsung selama sembilan bulan, saya jadi bertanya-tanya berapa dana yang digelontorkan untuk tujuan tersebut dan darimana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apabila kita perhatikan beberapa bulan belakangan ini , mata kita diakrabi dengan iklan para <a href="http://www.inspiratif.com/2008/07/11/film-pendek-ala-politikus/">politikus</a> yang sedang membangun popularitas dan imej di mata rakyat Indonesia, menjelang pemilihan <a href="http://www.inspiratif.com/2008/06/09/wawancara-eksklusif-presiden-susilo-bambang-yudoyono/">Presiden</a> 2009. Konon katanya iklan yang ditayangkan di televisi nasional ini akan berlangsung selama sembilan bulan, saya jadi bertanya-tanya berapa dana yang digelontorkan untuk tujuan tersebut dan darimana uangnya berasal.<span id="more-42"></span></p>
<div class="square">
<p>
<!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --><br />
<script src="http://adsensecamp.com/show/?id=8f3xW%2BN6h7g%3D&#038;cid=1mKE6FR8OXo%3D&#038;chan=0NxsFGASQ1M%3D&#038;type=5&#038;title=3D81EE&#038;text=000000&#038;background=FFFFFF&#038;border=FFFFFF&#038;url=3D81EE" type="text/javascript">
</script><br />
<!-- End: http://adsensecamp.com/ -->
</p>
</div>
<p>Disatu sisi sebagian rakyat kita sedang berjuang menghadapi berbagai kenaikan yang disebabkan kebijakan pemerintah mengurangi subsidi BBM. Kebijakan ini berdampak pada kenaikan bahan pokok, kenaikan ongkos transportasi, dll.</p>
<p>Akan terasa sangat kontras bila kedua kondisi di atas disandingkan, disatu sisi ada segelintir orang yang menghambur-hamburkan uang demi meraih kekuasaan, di sisi lain mayoritas masyarakat kita sedang kekurangan uang untuk menghidupi dirinya dan keluarganya.</p>
<p>Hati nurani kita sudah pasti bisa menilai. Layakah orang-orang seperti mereka kita pilih menjadi Presiden? Apakah mereka akan memikirkan rakyatnya keitka menjabat kelak? Itu semua hati nurani kita yang bisa menjawab. Saya yakin rakyat kita sudah semakin cerdas.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.inspiratif.com/meraih-popularitas-di-atas-perut-rakyat-demi-kekuasaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Demonstrasi Menolak Kenaikan BBM, Efektifkah?</title>
		<link>http://www.inspiratif.com/demonstrasi-menolak-kenaikan-bbm-efektifkah/</link>
		<comments>http://www.inspiratif.com/demonstrasi-menolak-kenaikan-bbm-efektifkah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 May 2008 09:57:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DS Rachmat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial Politik]]></category>
		<category><![CDATA[bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[BBM]]></category>
		<category><![CDATA[Demonstrasi]]></category>
		<category><![CDATA[intelektual]]></category>
		<category><![CDATA[Kenaikan]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[politikus busuk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dsrachmat.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini sudah bukan pemandangan yang aneh lagi menyaksikan tayangan demonstrasi yang dilakukan oleh sejumlah kalangan masyarakat termasuk mahasiswa, yang terjadi di hampir setiap sudut kota. Pertanyaannya efektifkah upaya itu? Apakah dengan berdemonstrasi akan menurunkan harga BBM dunia? Apakah dengan demikian beban masyarakat menjadi ringan? 
Tentu kita masih ingat pada masa pemerintahan sebelumnya, BBM mengalami [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini sudah bukan pemandangan yang aneh lagi menyaksikan tayangan demonstrasi yang dilakukan oleh sejumlah kalangan masyarakat termasuk mahasiswa, yang terjadi di hampir setiap sudut kota. Pertanyaannya efektifkah upaya itu? Apakah dengan berdemonstrasi akan menurunkan harga BBM dunia? Apakah dengan demikian beban masyarakat menjadi ringan? <span id="more-38"></span></p>
<p>Tentu kita masih ingat pada masa pemerintahan sebelumnya, BBM mengalami beberapa kali kenaikan. Aksi demonstrasipun mewarnai <a href="http://www.inspiratif.com/2008/05/13/solusi-kenaikan-bbm/">kenaikan BBM</a> kala itu. Diikuti dengan tuntutan untuk menurunkan presiden. Hasilnya BBM tetap naik, presidennyapun tetap diganti.</p>
<div class="square">
<p>
<!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --><br />
<script src="http://adsensecamp.com/show/?id=8f3xW%2BN6h7g%3D&#038;cid=1mKE6FR8OXo%3D&#038;chan=0NxsFGASQ1M%3D&#038;type=5&#038;title=3D81EE&#038;text=000000&#038;background=FFFFFF&#038;border=FFFFFF&#038;url=3D81EE" type="text/javascript">
</script><br />
<!-- End: http://adsensecamp.com/ -->
</p>
</div>
<p>Demonstrasi hanya menyisakan kerusakan dan korban jiwa di kedua belah pihak. Kantor-kantor pemerintahan yang menjadi lokasi menyampaikan aspirasipun dirusak, padahal biaya perbaikannya dibebankan kepada rakyat.</p>
<p>Entah kapan bangsa ini mampu bersikap arif dan bijaksana. Demonstrasi adalah hak setiap warga negara Indonesia, karena Indonesia menganut sistem pemerintahan demokrasi.</p>
<p>Namun apakah tidak ada cara lain yang lebih elegan dalam menghadapi <a href="http://www.inspiratif.com/2008/05/17/bbm-naik-apa-solusi-anda/">kenaikan BBM</a> saat ini. Para kaum intelektual-mahasiswa, seharusnya memiliki solusi yang cerdas. Saran saya cukup sederhana, kumpulkan semua perwakilan mahasiswa dari seluruh Indonesia, lakukan diskusi nasional, cari solusi secerdas mungkin, tampung aspirasi anggota masyarakat, pecahkan bersama-sama, prioritaskan kepentingan masyarakat banyak, ambil keputusan yang terbaik, berikan draftnya kepada pemerintah, lakukan upaya ini sebagai sumbangsih kaum intelektual kepada bangsanya.</p>
<p>Saya pikir jika kaum intelektualnya melakukan upaya seperti itu, komentator, <a href="http://www.inspiratif.com/2008/07/11/film-pendek-ala-politikus/">politikus</a> dan<br />
ekonompun akan tersipu malu. Rakyatpun akan bertepuk tangan berterima kasih. Tidak ada pihak yang menyakiti dan tersakiti.</p>
<p>Saya titip pesan kepada mahasiswa yang kerapkali melakukan demonstrasi, hati-hati! aksi anda ditunggangi oleh para politikus busuk yang haus kekuasaan. Ingat! masa depan bangsa ini milik anda semua, kalau saat ini anda turut serta memperbaiki kondisi bangsa ini, maka masa depan andapun akan cerah.</p>
<p>Hanya dengan pemikiran cerdas dan hati yang bersih masalah akan terselesaikan dengan baik.</p>
<p>Bagaimana menurut anda?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.inspiratif.com/demonstrasi-menolak-kenaikan-bbm-efektifkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Solusi dan Kreatifitas Dibalik Kenaikan BBM</title>
		<link>http://www.inspiratif.com/solusi-kreatifitas-dibalik-kenaikan-bbm/</link>
		<comments>http://www.inspiratif.com/solusi-kreatifitas-dibalik-kenaikan-bbm/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 May 2008 02:30:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DS Rachmat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Banten]]></category>
		<category><![CDATA[BBM]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Kenaikan]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatifitas]]></category>
		<category><![CDATA[listrik]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Pandeglang]]></category>
		<category><![CDATA[solusi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dsrachmat.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Jika ada orang yang menghadapi kenaikan BBM ini dengan cacian, makian, keluhan, rengekan itu hal yang sudah biasa, namun lain halnya dengan orang yang mempunyai iman dan keyakinan yang bulat atas janji Allah kepada ummatnya. Bahwa setiap makhluk di muka bumi ini telah dijamin rejekinya. 
Inpirasi yang ingin saya bagikan disini adalah ternyata ada sebagian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika ada orang yang menghadapi kenaikan BBM ini dengan cacian, makian, keluhan, rengekan itu hal yang sudah biasa, namun lain halnya dengan orang yang mempunyai iman dan keyakinan yang bulat atas janji Allah kepada ummatnya. Bahwa setiap makhluk di muka bumi ini telah dijamin rejekinya. </p>
<p><a href="http://www.inspiratif.com">Inpirasi</a> yang ingin saya bagikan disini adalah ternyata ada sebagian orang yang telah menggunakan segenap akal dan pikirannya untuk mengatasi dampak kenaikan BBM saat ini. Adalah warga Desa Sindang Kerta, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang, Banten yang telah berhasil memanfaatkan <a href="http://www.inspiratif.com/2008/05/31/blue-energy-antara-realita-dan-keniscayaan/">energi</a> surya sebagai tenaga listrik untuk penerangan rumah.<span id="more-36"></span></p>
<p>Tidak ketinggalan juga warga Padang yang sudah memanfaatkan aliran irigasi dari Sungai Batang Kuranji untuk menggerakan Lasuang &#8211; alat penumbuk beras.</p>
<p>Dua cerita di atas merupakan contoh nyata yang bisa kita teladani, bahwa benar; cacian, makian, keluhan dan rengekan tidak akan menyelesaikan masalah kenaikan BBM, yang bisa kita lakukan adalah mencari solusinya, karena dengan solusi efek kenaikan BBM ini lebih ringan dihadapi bahkan membawa hikmah yang luar biasa.</p>
<p>Ingat kiprah seorang Ibu dari Garut, Ibu Uni. Dibantu oleh warga setempat beliau telah berhasil membuat listrik secara mandiri dari aliran air sungai.</p>
<p>Ternyata dengan mencari <a href="http://www.inspiratif.com">solusi</a> dari segala permasalahan yang kita hadapi, hidup ini lebih indah untuk dijalani. Tanpa tarik urat saraf, tanpa memacetkan lalu lintas karena berdemo, tanpa kehausan berteriak di depan gedung DPR/MPR, tanpa mengerutkan dahi karena mendengar para politisi berpolemik dan beropini.</p>
<p>Ingat! rakyat butuh solusi bukan opini apalagi polemik, karena mereka makan nasi dan minum air yang lebih mengenyangkan mereka.</p>
<p>Kedua cerita diatas diambil dari liputan6.com, saya berharap seluruh media memberikan informasi yang berimbang, tampilkan juga berita-berita inspiratif yang memacu bangsa ini untuk kreatif, berfikir dewasa dan cerdas.</p>
<p>Saya berharap liputan6 dan media lainnya tidak berhenti pada dua kisah diatas saja. Sebetulnya banyak sekali anak bangsa yang mempunyai kreatifitas yang luar biasa, namun sayangnya mereka jarang diekspos apalagi di wawancara eksklusif.</p>
<p>Nah sekarang giliran Anda yang memberikan solusi. Apa solusi Anda?</p>
<p>Semoga menginspirasi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.inspiratif.com/solusi-kreatifitas-dibalik-kenaikan-bbm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kita ramai-ramai beropini dan  berpolemik, negara asing ramai-ramai menjajah kita.</title>
		<link>http://www.inspiratif.com/kita-ramai-ramai-beropini-berpolemik-negara-asing-ramai-ramai-menjajah-kita/</link>
		<comments>http://www.inspiratif.com/kita-ramai-ramai-beropini-berpolemik-negara-asing-ramai-ramai-menjajah-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 May 2008 00:18:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DS Rachmat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial Politik]]></category>
		<category><![CDATA[asing]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[penjajahan]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[polemik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dsrachmat.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[



Pada masa lampau negara-negara yang mempunyai power ramai-ramai datang ke Indonesia. Tujuannya adalah tidak lain dan tidak bukan mengeruk kekayaan alam yang berlimpah. Senjata berat dan canggih dikerahkan untuk menaklukan bangsa kita.
Korban berjatuhan dikedua belah pihak, istri-istri yang ditinggal mati berperang suaminya kala itu sudah menjadi biasa. Anak-anak yang seyogyanya menikmati masa kecilnya, terganggu oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- Begin: KlikSaya.com --><br />
<script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=3550" type="text/javascript">
</script><br />
<!-- End: KlikSaya.com --></p>
<p>Pada masa lampau negara-negara yang mempunyai power ramai-ramai datang ke Indonesia. Tujuannya adalah tidak lain dan tidak bukan mengeruk kekayaan alam yang berlimpah. Senjata berat dan canggih dikerahkan untuk menaklukan bangsa kita.<span id="more-30"></span></p>
<p>Korban berjatuhan dikedua belah pihak, istri-istri yang ditinggal mati berperang suaminya kala itu sudah menjadi biasa. Anak-anak yang seyogyanya menikmati masa kecilnya, terganggu oleh dentuman bom, ada yang kelaparan ada juga yang kekenyangan (di pihak penjajah).</p>
<p>Peristiwa tersebut terjadi pada masa penjajahan bangsa kita, lalu pertanyaannya adalah apa hubungannya dengan masa sekarang?</p>
<p>Apakah kondisi yang saat ini kita alami sama dengan pengalaman orang tua,  kakek dan nenek kita pada waktu itu?.</p>
<p>Jika jawabannya YA, saya setuju dengan Anda. Saat ini kita masih dijajah oleh bangsa lain, tentunya dengan bentuk lain.</p>
<p>Pada masa lampau bangsa kita dikeruk kekayaan alamnya, pada saat ini mereka mengeruk kekayaan kita melalui cara lain, namun dengan tujuan yang sama, contohnya perusahaan pertambangan FREEPORT, INDOSAT yang sebagian besar sahamnya dikuasai perusahaan Singpura, XL (Malaysia), TELKOMSEL (Singapura), makanan dan minuman yang biasa kita konsumsi; kecap BANGO, ABC, AQUA, McDonald, KFC, STARBUCK, DUNKIN DONUT, COCA-COLA, PEPSI,  dll. Jika Anda mempunyai data tambahan atau memperbaiki data diatas, mohon ditambah dan diperbaiki.</p>
<p>Jadi setiap kita mengkonsumsi produk-produk tersebut sebagian keuntungannya mengalir ke luar negeri, lalu pemerintah kita meminjam uang ke sana yang notabene negara asal dari perusahaan-perusahaan asing yang mendirikan perusahaan disini.</p>
<p>Saya berharap Anda mulai berfikir begini, “ternyata dari dulu sampai sekarang kita masih dijajah toh”.</p>
<p>Ketika kita sadar dengan kondisi yang kita alami saat ini, lalu timbul pertanyaan “apakah dengan opini dan berpolemik penjajahan gaya baru ini akan berhenti?”.<br />
 <!-- Begin BidVertiser code --><br />
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript1.1" SRC="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=130956&#038;bid=350050" type="text/javascript"></SCRIPT><br />
<noscript><a href="http://www.bidvertiser.com/bdv/BidVertiser/bdv_advertiser.dbm">internet marketing</a></noscript><br />
<!-- End BidVertiser code --><br />
Bangsa kita sibuk bertengkar, sementara pihak asing diatas pesawat sedang memilah-milah mencari perusahaan yang akan mereka beli untuk dijadikan mesin uang mereka, iya betul “menjadi mesin uang mereka” ingat gaji buruh kita rendah sekali dan banyak dirugikan.</p>
<p>Ingat kasus salah satu pabrik sepatu di tangerang yang terjadi beberapa waktu lalu, para penjajah gaya baru ini dengan seenaknya mengalihkan kontraknya begitu saja. Mereka memindahkan orderannya ke negara yang mempunyai standar upah buruh yang lebih rendah.</p>
<p>Sekali lagi saya tanya “apakah dengan berpolemik dan beropini para penjajah ini akan menghentikan ulahnya?”</p>
<p>Semoga menginspirasi.</p>
<p>Salam<br />
DS Rachmat<br />
<!-- Begin: KlikSaya.com --><br />
<script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=3550" type="text/javascript">
</script><br />
<!-- End: KlikSaya.com --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.inspiratif.com/kita-ramai-ramai-beropini-berpolemik-negara-asing-ramai-ramai-menjajah-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kick Andy-Dibalik Munculnya Harmoko</title>
		<link>http://www.inspiratif.com/kick-andy-dibalik-munculnya-harmoko/</link>
		<comments>http://www.inspiratif.com/kick-andy-dibalik-munculnya-harmoko/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 02:20:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DS Rachmat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Golkar]]></category>
		<category><![CDATA[Harmoko]]></category>
		<category><![CDATA[Kick Andy]]></category>
		<category><![CDATA[parpol baru]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Kerakyatan Nasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dsrachmat.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[ 



Kemunculan Harmoko di layar televisi cukup mengejutkan, apalagi diikuti dengan pendirian parpol yang dibackupnya. Ada apa gerangan?
Sudah tidak bisa dibantah lagi Harmoko adalah orang kesayangan sekaligus kepercayaan Pak Harto. Pada masa kepemimpinan Soeharto, semua tunduk patuh mengikuti petunjuk beliau, bahkan selevel ketua DPR pun Harmoko pernah menjabat pada posisi tersebut.
Mantan Ketua Golkar ini tanpa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> <!-- Begin: KlikSaya.com --><br />
<script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=3550" type="text/javascript">
</script><br />
<!-- End: KlikSaya.com --><br />
Kemunculan Harmoko di layar televisi cukup mengejutkan, apalagi diikuti dengan pendirian parpol yang dibackupnya. Ada apa gerangan?<span id="more-28"></span></p>
<p>Sudah tidak bisa dibantah lagi Harmoko adalah orang kesayangan sekaligus kepercayaan Pak Harto. Pada masa kepemimpinan Soeharto, semua tunduk patuh mengikuti petunjuk beliau, bahkan selevel ketua DPR pun Harmoko pernah menjabat pada posisi tersebut.</p>
<p>Mantan Ketua Golkar ini tanpa tedeng aling-aling mendeklarasikan Partai Kerakyatan Nasional, tindakannya memberikan kesan yang negatif dimata para pengamat politik, betapa tidak sebagai mantan ketua partai terbesar pada saat itu, ternyata Harmoko belum menyatakan keluar secara resmi dari keanggotaannya.</p>
<p>Ternyata sekarang ada tren pendirian partai politik oleh tokoh-tokoh nasional kita.</p>
<p>Saya ingin menyoroti pendirian parpol-parpol baru menjelang PILPRES (pemilihan presiden), ada salah satu pendiri partai yang pernah diundang wawancara di acara Apa Kabar Indonesia Pagi di TVONE, ketika ditanya soal tujuannya mendirikan partai, sang narasumber menjawab &#8220;&#8230;kita sudah gerah dengan pemerintah sekarang, rakyat kita sudah menderita, pemerintah hanya janji-janji saja, katanya BBM gak akan naik tapi gak lama kemudian pemerintah akan menaikan BBM&#8230;..&#8221;, jawaban ini membuat saya tersenyum sinis.</p>
<p>Mendirikan partai bukan perkara mudah, perlu dana yang luar biasa besarnya. Disebelah rumah saya ada DPC dari partai baru, menurut informasi harga sewa kantornya sekitar 9jutaan, letak kantornya di kota kecil &#8211; Sukabumi. Jika parpol baru ini memiliki sekretariat di 17 Provinsi (50% +1), 5 kota disetiap provinsinya, jika setiap sekretariatnya kita asumsikan memerlukan biaya sekitar 30 juta/tahun (rata-rata), maka minimal dana yang dibutuhkan oleh satu parpol baru pertahunnya berkisar 1,7 milyar. Itu baru satu parpol, kita kalikan saja dengan 60 parpol, hasilnya 102 milyar pertahun.<br />
 <!-- Begin BidVertiser code --><br />
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript1.1" SRC="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=130956&#038;bid=350050" type="text/javascript"></SCRIPT><br />
<noscript><a href="http://www.bidvertiser.com/bdv/BidVertiser/bdv_advertiser.dbm">internet marketing</a></noscript><br />
<!-- End BidVertiser code --><br />
Saya pikir, bagi orang yang mempunyai hati nurani akan miris sekali melihat ada orang yang menghamburkan uang seperti itu, konon katanya pendirian parpol ini untuk &#8220;mensejahterakan rakyat&#8221;.</p>
<p>Saya menghormati tujuan mereka mendirikan partai politik, itu hak azasi mereka, namun yang membuat saya sedih, ketika tujuan itu membawa embel-embel &#8220;mensejahtarakan rakyat&#8221;, bukankah dengan uang 102 milyar pertahunnya dapat dipinjamkan kepada UKM sebagai modal yang kemudian dapat menyerap tenaga kerja, diberikan kepada siswa/i terbaik bangsa untuk melanjutkan pendidikannya, membangun sekolah-sekolah yang rusak.</p>
<p>Terus terang sampai saya menyelesaikan tulisan ini, belum mendapatkan sms, telpon atau surat yang memberikan penjelasan motivasi mereka mendirikan parpol. Mungkin Anda yang membaca tulisan ini salah satunya, kalau tidak keberatan mohon dijawab.</p>
<p>Semoga terinspirasi!</p>
<p>Salam<br />
DS Rachmat<br />
<!-- Begin: KlikSaya.com --><br />
<script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=3550" type="text/javascript">
</script><br />
<!-- End: KlikSaya.com --><br />
Sukabumi</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.inspiratif.com/kick-andy-dibalik-munculnya-harmoko/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
