Browsing all articles tagged with Catatan Pribadi

Selamat hari raya Idul Fitri 1429 H.

Author Oleh DS Rachmat     Pada 2 October 2008     0 komentar    

Setiap bulan ramadhan, saya selalu mempunyai kenangan tersendiri, termasuk ramadhan tahun ini. Selama sebulan penuh ini, saya ditemani oleh program acara yang sangat inspiratif. Ada tiga program acara yang tidak pernah saya lewatkan, yakni Program talkshow ‘Ensiklopedi Islam’, Sinetron Religi ‘PPT-Para Pencari Tuhan’ dan ‘Rinduku Cintamu’. Selengkapnya…

Ada yang beda lebaran kali ini

Author Oleh DS Rachmat     Pada 21 October 2007     0 komentar    

Pelukan yang mengharukan diiringi untaian doa yang tulus dari seorang ayah mengiringi sungkeman saya di hari fitri ini. Cucuran air mata doa, beliau curahkan untuk saya. Dekapan erat yang cukup mengharukan dan telah menyentuh hati yang paling dalam. Hati inipun tak terasa mencucurkan air mata bahagia. Entah apa yang mendorong ayah saya untuk memeluk erat, padahal selama bertahun-tahun tidak pernah beliau lakukan. Di tengah keharuan beliau membisikan agar saya cepat-cepat menjadi orang yang berhasil.

Sebuah pelukan dan untaian doa yang ikhlas dari seorang ayah kepada anaknya supaya segera meraup kesuksesan. Memang saya belum sukses seperti yang mereka inginkan. Saya belum bisa menyeka tetesan keringat kerja keras mereka, saya belum bisa meluruskan otot-otot mereka yang kelelahan, saya belum bisa membalas belaian kasih sayang yang mereka curahkan dari semenjak dalam kandungan hingga dewasa seperti saat ini.

Ya Alloh cukupkan umur hamba untuk membahagiakan mereka, lebihkan rejeki hamba agar bisa menghantarkan mereka ke Baitullah untuk melakukan rukun iman yang kelima.

Tak ada sesuatupun yang bisa menggantikan kasih sayang dan perhatian mereka kepada hamba. Tubuh inipun tak mampu membayarnya. Tapi ijinkanlah tangan ini membuat mereka tersenyum dan meneteskan air mata bahagia yang menjadi tanda bahwa kerja keras mereka selama ini tidak sia-sia.

Hamba tahu, hamba bukan orang yang pandai membahagiakan orang tua, hamba bukan orang yang terbaik di keluarga ini, tapi ijinkan sisa hidup ini untuk membuka secercah cahaya kebahagian untuk keduanya.

Usia keduanya sudah cukup tua, tapi tidak menjadikan mereka berpangku tangan untuk mendidik anak-anaknya. Seharusnya diusianya saat ini mereka beristirahat dan menikmati anak didiknya yang sudah sukses. Sebagian besar anaknya sudah mempunyai kehidupannya sendiri, dua adik saya masih kuliah di tingkat akhir. Saya yakin mereka mempunyai keinginan yang sama dengan saya.

Ada pertanyaan yang mengusik hati kecil ini, “Kapan saya membahagiakan kedua orang tua?” sebuah pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban, tapi kerja keras untuk mewujudkannya. Hari demi hari, tahun demi tahun jatah hidup mereka di dunia berkurang. Saya takut mereka terlanjur pulang keharibaanNya sebelum saya bahagiakan. Ya Alloh jangan sampai itu terjadi.

Saya berjanji kepada diri sendiri, pelukan dan cucuran air mata yang ayah saya curahkan di hari fitri ini akan saya jadikan momentum untuk meloncat menggapai segala cita-cita yang selama ini tertulis rapi di hati dan pikiran saya.

Saya yakin Allah SWT akan menyempurnakan tujuan mulya dari hamba-hambanya. Amin.

Salam

DS Rachmat
Sukabumi