<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Inspiratif.Com - Inspirasi Positif. &#187; kekuasaan</title>
	<atom:link href="http://www.inspiratif.com/tag/kekuasaan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.inspiratif.com</link>
	<description>Tulisan, kisah dan cerita inspiratif untuk direnungkan.</description>
	<lastBuildDate>Thu, 20 May 2010 02:43:56 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Meraih Popularitas Di Atas Perut Rakyat Demi Kekuasaan.</title>
		<link>http://www.inspiratif.com/meraih-popularitas-di-atas-perut-rakyat-demi-kekuasaan/</link>
		<comments>http://www.inspiratif.com/meraih-popularitas-di-atas-perut-rakyat-demi-kekuasaan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 May 2008 08:29:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DS Rachmat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial Politik]]></category>
		<category><![CDATA[BBM]]></category>
		<category><![CDATA[kekuasaan]]></category>
		<category><![CDATA[keserakahan]]></category>
		<category><![CDATA[Politikus]]></category>
		<category><![CDATA[popularitas]]></category>
		<category><![CDATA[rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[wakil rakyat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.inspiratif.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Apabila kita perhatikan beberapa bulan belakangan ini , mata kita diakrabi dengan iklan para politikus yang sedang membangun popularitas dan imej di mata rakyat Indonesia, menjelang pemilihan Presiden 2009. Konon katanya iklan yang ditayangkan di televisi nasional ini akan berlangsung selama sembilan bulan, saya jadi bertanya-tanya berapa dana yang digelontorkan untuk tujuan tersebut dan darimana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apabila kita perhatikan beberapa bulan belakangan ini , mata kita diakrabi dengan iklan para <a href="http://www.inspiratif.com/2008/07/11/film-pendek-ala-politikus/">politikus</a> yang sedang membangun popularitas dan imej di mata rakyat Indonesia, menjelang pemilihan <a href="http://www.inspiratif.com/2008/06/09/wawancara-eksklusif-presiden-susilo-bambang-yudoyono/">Presiden</a> 2009. Konon katanya iklan yang ditayangkan di televisi nasional ini akan berlangsung selama sembilan bulan, saya jadi bertanya-tanya berapa dana yang digelontorkan untuk tujuan tersebut dan darimana uangnya berasal.<span id="more-42"></span></p>
<div class="square">
<p>
<!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --><br />
<script src="http://adsensecamp.com/show/?id=8f3xW%2BN6h7g%3D&#038;cid=1mKE6FR8OXo%3D&#038;chan=0NxsFGASQ1M%3D&#038;type=5&#038;title=3D81EE&#038;text=000000&#038;background=FFFFFF&#038;border=FFFFFF&#038;url=3D81EE" type="text/javascript">
</script><br />
<!-- End: http://adsensecamp.com/ -->
</p>
</div>
<p>Disatu sisi sebagian rakyat kita sedang berjuang menghadapi berbagai kenaikan yang disebabkan kebijakan pemerintah mengurangi subsidi BBM. Kebijakan ini berdampak pada kenaikan bahan pokok, kenaikan ongkos transportasi, dll.</p>
<p>Akan terasa sangat kontras bila kedua kondisi di atas disandingkan, disatu sisi ada segelintir orang yang menghambur-hamburkan uang demi meraih kekuasaan, di sisi lain mayoritas masyarakat kita sedang kekurangan uang untuk menghidupi dirinya dan keluarganya.</p>
<p>Hati nurani kita sudah pasti bisa menilai. Layakah orang-orang seperti mereka kita pilih menjadi Presiden? Apakah mereka akan memikirkan rakyatnya keitka menjabat kelak? Itu semua hati nurani kita yang bisa menjawab. Saya yakin rakyat kita sudah semakin cerdas.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.inspiratif.com/meraih-popularitas-di-atas-perut-rakyat-demi-kekuasaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Malaikat Kecil</title>
		<link>http://www.inspiratif.com/malaikat-kecil/</link>
		<comments>http://www.inspiratif.com/malaikat-kecil/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Oct 2007 04:50:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DS Rachmat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[akhlak mulia]]></category>
		<category><![CDATA[dua sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[kekuasaan]]></category>
		<category><![CDATA[keserakahan]]></category>
		<category><![CDATA[kesombongan]]></category>
		<category><![CDATA[Malaikat Kecil]]></category>
		<category><![CDATA[pikiran si anak]]></category>
		<category><![CDATA[symbol pengorbanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dsrachmat.wordpress.com/2007/10/22/malaikat-kecil/</guid>
		<description><![CDATA[Seorang anak menengadahkan tangannya yang berisi permen kepada dua sahabatnya, dengan maksud menawarkan dua permennya kepada mereka. Dilihat dari penampilannya dia bukan anak yang dilahirkan dari keluarga yang sehat secara ekonomi, tanpa alas kaki, bajunya terlihat kumal, sepertinya ibunya hanya mencuci menggunakan sabun colek, tidak seperti kebanyakan ibu-ibu lainnya yang memakai detergen yang iklannya sering [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang anak menengadahkan tangannya yang berisi permen kepada dua sahabatnya, dengan maksud menawarkan dua permennya kepada mereka. Dilihat dari penampilannya dia bukan anak yang dilahirkan dari keluarga yang sehat secara ekonomi, tanpa alas kaki, bajunya terlihat kumal, sepertinya ibunya hanya mencuci menggunakan sabun colek, tidak seperti kebanyakan ibu-ibu lainnya yang memakai detergen yang iklannya sering muncul di televisi.</p>
<p>Entah apa yang ada dipikiran si anak, sehingga rela berbagi manisnya permen kepada kedua temannya itu, padahal kalau saja dia simpan di sakunya bisa untuk dimakan besok atau dihabiskan sendiri pada saat itu. Seperti malaikat kecil saja, gumamku dalam hati.</p>
<p>Belakangan diketahui bapaknya hanya pekerja serabutan, tidak tentu pekerjaannya begitupun hasilnya, tak menyangka seorang bapak yang berperawakan kurus ini telah mempunyai tiga orang anak, pemberi permen tadi anak yang paling kecil, usianya sekitar 4 tahunan.</p>
<p>Tanpa kita sadari diseklilingi kita banyak anak kecil yang hatinya menyerupai malaikat. Sosok kecil yang tak segan-segan berbuat baik tanpa ada motif apa-apa dibaliknya. Malaikat kecil ini sering luput dari perhatian kita, betapa mulia dan ikhlasnya mereka dalam berbuat. Mereka belum terkontaminasi oleh nilai-nilai buruk keserakahan, ketamakan, kesombongan, kekuasaan dan nilai-nilai buruk lainnya yang membuat orang dewasa terjebak kepada kepentingannya sendiri tanpa memperdulikan lingkungannya.</p>
<p>Ketulusan seorang anak terbukti melalui dua buah permen yang ia bagikan kepada sahabatnya sebagai symbol pengorbanan, keikhlasan dan ketulusan membagi kebahagiaan kepada sesamanya.</p>
<p>Ternyata kita terlalu memandang jauh keluar sana untuk sekedar mencari teladan, padahal di rumah kita ada malaikat kecil yang patut kita teladani akhlaknya. Sosok kecil yang terkadang dibuat menangis oleh kita karena kesalahan sepele, makhluk kecil yang tidak segan-segan kita tolak permintaannya padahal sangat berarti buat dia.</p>
<p>Anak kecil saja bisa menunjukan akhlak mulianya di depan kita, bagaimana dengan orang-orang dewasa yang mempunyai titel pendidikan seabreg, mempunyai jabatan yang berpengaruh, mempunyai sertifikat pelatihan kepribadian yang terkenal. Jangan sampai semua itu dikalahkan oleh seorang anak yang mengenyam bangku sekolahpun belum.</p>
<p>Salam</p>
<p>DS Rachmat<br />
Sukabumi</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.inspiratif.com/malaikat-kecil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
