<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Inspiratif.Com - Inspirasi Positif. &#187; parpol</title>
	<atom:link href="http://www.inspiratif.com/tag/parpol/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.inspiratif.com</link>
	<description>Tulisan, kisah dan cerita inspiratif untuk direnungkan.</description>
	<lastBuildDate>Thu, 20 May 2010 02:43:56 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Ironi Politik di Indonesia</title>
		<link>http://www.inspiratif.com/ironi-politik-di-indonesia/</link>
		<comments>http://www.inspiratif.com/ironi-politik-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 May 2009 07:58:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DS Rachmat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial Politik]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[ironi politik]]></category>
		<category><![CDATA[koalisi]]></category>
		<category><![CDATA[parpol]]></category>
		<category><![CDATA[partai politik]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[suara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.inspiratif.com/?p=203</guid>
		<description><![CDATA[


Sadarkah kita, ironi politik yang terjadi di Indonesia saat ini?
Dulu ketika para petinggi partai politik mendeklarasikan partai politik barunya, mereka beralasan berbeda ideologi atau visi dan misi dengan partai politik lainnya. Sehingga tidak memungkinkan untuk berada dalam satu parpol.
Namun ketika pemilihan presiden kian dekat, dan tidak ada parpol yang memiliki persentase suara yang cukup kuat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style='overflow: auto; border:0px ; float:left; padding:0px ; margin:10px 10px 0px 0px;'>
<img src="http://www.jewishjournal.com/images/thegodblog_images/ReligionPolitics-764320.jpg" alt="Parpol - Partai Politik" / width="250" heigjt="200">
</div>
<p>Sadarkah kita, ironi politik yang terjadi di Indonesia saat ini?</p>
<p>Dulu ketika para petinggi partai politik mendeklarasikan partai politik barunya, mereka beralasan berbeda ideologi atau visi dan misi dengan partai politik lainnya. Sehingga tidak memungkinkan untuk berada dalam satu parpol.</p>
<p>Namun ketika pemilihan presiden kian dekat, dan tidak ada parpol yang memiliki persentase suara yang cukup kuat di DPR, mereka berbondong-bondong melobi satu persatu parpol yang tadinya mereka anggap berbeda itu. Para petinggi parpol mendadak ramah, saling tersenyum dan saling memuji petinggi parpol yang akan diajak koalisi.</p>
<p>Sebuah ironi yang tidak patut kita contoh.</p>
<p>Itu menurut saya, bagaimana kalau menurut anda?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.inspiratif.com/ironi-politik-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keberadaan partai politik dipertanyakan</title>
		<link>http://www.inspiratif.com/keberadaan-partai-politik-dipertanyakan/</link>
		<comments>http://www.inspiratif.com/keberadaan-partai-politik-dipertanyakan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jul 2008 08:23:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DS Rachmat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial Politik]]></category>
		<category><![CDATA[aktifis]]></category>
		<category><![CDATA[KPU]]></category>
		<category><![CDATA[parpol]]></category>
		<category><![CDATA[partai politik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[sekretariat]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.inspiratif.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Di sebelah rumah saya sudah berdiri kantor sekretariat parpol baru, belakangan diketahui, parpol tersebut telah lulus verifikasi faktual KPU pusat. Pada tulisan yang lalupun saya sudah membahas sedikit mengenai keberadaannya di lingkungan saya.









Saya ingin mempertanyakan keberadaan partai politik di bumi Indonesia tercinta ini. Kita tahu bahwa sebagian besar calon kepala daerah masih diusung oleh partai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di sebelah rumah saya sudah berdiri kantor sekretariat parpol baru, belakangan diketahui, parpol tersebut telah lulus verifikasi faktual KPU pusat. Pada tulisan yang lalupun saya sudah membahas sedikit mengenai keberadaannya di lingkungan saya.<span id="more-59"></span></p>
<table>
<tr>
<td><img src="http://inspiratif.com/images/ads/square/default.png"></td>
<td><!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --><br />
<script src="http://adsensecamp.com/show/?id=8f3xW%2BN6h7g%3D&#038;cid=1mKE6FR8OXo%3D&#038;chan=0NxsFGASQ1M%3D&#038;type=5&#038;title=3D81EE&#038;text=000000&#038;background=FFFFFF&#038;border=FFFFFF&#038;url=3D81EE" type="text/javascript">
</script><br />
<!-- End: http://adsensecamp.com/ --></td>
</tr>
</table>
<p>Saya ingin mempertanyakan keberadaan partai politik di bumi Indonesia tercinta ini. Kita tahu bahwa sebagian besar calon kepala daerah masih diusung oleh partai politik. Partai politik tersebut mencalonkan kadernya untuk diikutsertakan pada pemilihan kepala daerah secara langsung, tentu saja dipilih langsung oleh rakyat.</p>
<p>Saya membayangkan, ketika sang kader tersebut memimpin daerah, dia akan mempunyai tugas untuk melayani rakyatnya yang notabene telah memilihnya. </p>
<p>Partai politik beserta calonnya tersebut, sering menggembar-gemborkan janji-janji mulia mereka untuk menjadi pemimpin, pada intinya janjinya adalah untuk mensejahterakan rakyat, kurang lebih seperti itu.</p>
<p>Jika tujuannya seperti itu, kenapa tidak dimulai dari aktivisnya? sekretariat mereka yang minimal tersebar di 22 provinsi seharunya mempunyai agenda untuk tujuan mulia tersebut. Bukankah tujuan mereka untuk mensejahterakan rakyat! Jika demikian kenapa kantornya hanya ramai ketika menjelang pemilu?</p>
<p>Jika memang tujuannya untuk melayani rakyat, kenapa kantor-kantor sekretariat mereka di hampir seluruh provinsi tidak memiliki kegiatan sosial yang berimbas langsung kepada rakyat?. Lalu apa fungsinya aktifis parpol? apa hanya bertugas sebagai tim sukses saja?</p>
<p>Lagi dan lagi saya berbeda pandangan dengan orang-orang yang kelihatannya cerdas ini.</p>
<p>Coba kita perhatikan program acara dialog di layar televisi, para tokoh politik sering mengatasnamakan rakyat dalam berpendapat. Mungkin rakyat yang mereka maksud aktifis partainya, keluarga dan sahabat karibnya atau orang-orang yang dekat dengannya (Lagi-lagi saya berbeda pendapat).</p>
<p>Menurut pendapat saya, seandainya kantor sekretariat partai politik di berbagai daerah ini tidak mempunyai kegiatan yang jelas, lebih baik dimanfaatkan oleh para pedagang kecil yang membutuhkan, seperti pedagang sayuran, ikan asin, buah-buahan untuk berjualan. Saya pikir tanpa harus berbicara di depan media sampai berbusa, partai politik tersebut sudah memberikan manfaat kepada rakyatnya, walaupun hanya segelintir. Ini hanya saran loh!</p>
<p>Menurut pengamatan anda, seperti apakah peran aktifis partai politik di daerah-daerah? apakah mereka melakukan aktifitas yang menjurus kepada peningkatan kesejahteraan rakyat?</p>
<p>Saya tunggu pedapatnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.inspiratif.com/keberadaan-partai-politik-dipertanyakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Film pendek ala poliTIKUS</title>
		<link>http://www.inspiratif.com/film-pendek-ala-politikus/</link>
		<comments>http://www.inspiratif.com/film-pendek-ala-politikus/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jul 2008 07:14:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DS Rachmat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial Politik]]></category>
		<category><![CDATA[calon presiden]]></category>
		<category><![CDATA[film pendek politikus]]></category>
		<category><![CDATA[kampanye]]></category>
		<category><![CDATA[parpol]]></category>
		<category><![CDATA[Politikus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.inspiratif.com/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[Jangan berharap anda mendapatkan penjelasan mengenai pembuatan film pendek sungguhan pada tulisan saya kali ini. Saya ingin berbagi uneg-uneg mengenai maraknya iklan para poliTIKUS entah itu yang mau jadi calon presiden ataupun calon kepala daerah.



Coba perhatikan di layar televisi yang semakin bening itu. Lebih fokus lagi pada jam-jam primetime-18.00-21.00 sudah dipastikan kita akan disuguhi oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jangan berharap anda mendapatkan penjelasan mengenai pembuatan film pendek sungguhan pada tulisan saya kali ini. Saya ingin berbagi uneg-uneg mengenai maraknya iklan para poliTIKUS entah itu yang mau jadi calon presiden ataupun calon kepala daerah.<br />
<span id="more-57"></span></p>
<div float='left'><img src="http://www.inspiratif.com/wp-content/uploads/2008/07/tikus.jpg" alt="film pendek ala politikus" />
</div>
<p>Coba perhatikan di layar televisi yang semakin bening itu. Lebih fokus lagi pada jam-jam primetime-18.00-21.00 sudah dipastikan kita akan disuguhi oleh iklan sekitar 30 detik (saya menyebutnya film pendek) dari para poliTIKUS kita.</p>
<p>Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa saat ini mulai dari presiden sampai bupati dipilih langsung oleh rakyat, jadi tidak heran kalau para poliTIKUS berlomba-lomba membentuk imej atau berganti baju secara kilat. Padahal tidak sedikit diantaranya termasuk orang yang &#8220;berdosa&#8221; pada masa jabatannya.</p>
<p>Saya ingin menyoroti mengenai kucuran dana yang dikeluarkan oleh para poliTIKUS tersebut untuk membuat iklan. Memasang iklan pada media televisi pada jam primetime tentu tidak murah, bisa sampai puluhan juta rupiah untuk setiap 30 detiknya.<br />
<!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --><br />
<script src="http://adsensecamp.com/show/?id=8f3xW%2BN6h7g%3D&#038;cid=1mKE6FR8OXo%3D&#038;chan=0NxsFGASQ1M%3D&#038;type=5&#038;title=3D81EE&#038;text=000000&#038;background=FFFFFF&#038;border=FFFFFF&#038;url=3D81EE" type="text/javascript">
</script><br />
<!-- End: http://adsensecamp.com/ --></p>
<p>Pertanyaannya, darimanakah uang tersebut berasal? tentu kita ragu kalau uang tersebut berasal dari kocek para poliTIKUS ini. Seperti yang disinyalir oleh berbagai media, uang kampanye tersebut berasal dari donatur. Lalu apakah para donatur ini memberikan uangnya secara ikhlas dan sukarela? mungkin ada, tapi sangat sedikit sekali.</p>
<p>Menjadi pemimpin bukan perkara mudah dan ringan. Seorang pemimpin harus mampu mengayomi rakyatnya. Apa yang dirasakan rakyatnya harus dirasakan juga oleh pemimpin. Ketika rakyatnya butuh pertolongan, maka pemimpinlah yang berkewajiban menolong. Seorang pemimpin harus berusaha sekuat tenaga untuk mensejahterakan rakyatnya. Jika sudah melakukan itu maka dia akan dicintai oleh rakyatnya dengan tulus dari hati yang paling dalam.</p>
<p>Menurut pandangan saya, menjadi pemimpin itu sungguh luar biasa beratnya. Namun lagi-lagi saya berbeda pandangan dengan para poliTIKUS.</p>
<p>Pertanyaan yang menjadi tanda tanya besar di benak saya adalah kalau menjadi pemimpin itu berat, lalu kenapa ada yang berani mencalonkan diri menjadi pemimpin, presiden atau kepala daerah? bahkan berani mengucurkan uang milyaran rupiah demi melancarkan jalan menuju kursi empuk? Seandainya mereka mempunyai niat tulus dan ikhlas demi mensejahterakan rakyat, saya acungi empat jempol sekaligus.</p>
<p>Menurut tuntunan agama yang saya anut, seorang pemimpin itu harus <strong>dicalonkan </strong>bukan <strong>mencalonkan</strong>. Saya sangat setuju, bagaimana mungkin ada orang yang mau mengajukan diri untuk mengangkat beban apalagi dengan sogokan.</p>
<p>Belakangan ini kerja keras dari tim KPK sudah menuai prestasi. Beberapa pejabat atau poliTIKUS yang korup sudah terkena batunya. Mereka kedapatan sedang, telah dan akan melakukan tindakan korupsi.</p>
<p>Mungkin itulah jawaban yang saya pertanyakan selama ini. Para poliTIKUS yang sepertinya baik hati kepada rakyat pada masa kampanye, ketika menjabat akan meraup uang rakyat untuk mengembalikan uang yang habis untuk kampanye yang telah dilakukannya pada masa lalu.</p>
<p>NB: poliTIKUS adalah para politisi busuk yang memakan harta bukan haknya, yang berasal dari darah dan keringat rakyat, seperti halnya tikus-tikus yang mencuri makanan tanpa seijin empunya. </p>
<p><strong>Komentar dari forum detik</strong></p>
<blockquote><p>
ada politikus yg emang kaya krn dia pedagang, ada yg kaya karena dia jendral, ada yg kaya karena donatur&#8230;</p>
<p>kl pake logika sederhana aja, kl mereka keluar duit sebanyak itu, berarti minimal harus balik modal kan? yg jelas sih mereka ngincer keuntungan lah&#8230;apakah pemimpin yg berusaha menutupi kerugian uang mereka dengan menjabat merupakan calon pemimpin negara kita?</p>
<p>apakah anda2 mau dipimpin oleh poli-tikus busuk yg hanya mengincar keuntungan pribadi/kelompok??</p>
<p>bagus topik ini diangkat&#8230;</p>
<p>mari kita berpikir!</p>
<p>oleh tomche
</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.inspiratif.com/film-pendek-ala-politikus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
