<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Inspiratif.Com - Inspirasi Positif. &#187; sosial</title>
	<atom:link href="http://www.inspiratif.com/tag/sosial/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.inspiratif.com</link>
	<description>Tulisan, kisah dan cerita inspiratif untuk direnungkan.</description>
	<lastBuildDate>Thu, 20 May 2010 02:43:56 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Keberadaan partai politik dipertanyakan</title>
		<link>http://www.inspiratif.com/keberadaan-partai-politik-dipertanyakan/</link>
		<comments>http://www.inspiratif.com/keberadaan-partai-politik-dipertanyakan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jul 2008 08:23:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DS Rachmat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial Politik]]></category>
		<category><![CDATA[aktifis]]></category>
		<category><![CDATA[KPU]]></category>
		<category><![CDATA[parpol]]></category>
		<category><![CDATA[partai politik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[sekretariat]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.inspiratif.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Di sebelah rumah saya sudah berdiri kantor sekretariat parpol baru, belakangan diketahui, parpol tersebut telah lulus verifikasi faktual KPU pusat. Pada tulisan yang lalupun saya sudah membahas sedikit mengenai keberadaannya di lingkungan saya.









Saya ingin mempertanyakan keberadaan partai politik di bumi Indonesia tercinta ini. Kita tahu bahwa sebagian besar calon kepala daerah masih diusung oleh partai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di sebelah rumah saya sudah berdiri kantor sekretariat parpol baru, belakangan diketahui, parpol tersebut telah lulus verifikasi faktual KPU pusat. Pada tulisan yang lalupun saya sudah membahas sedikit mengenai keberadaannya di lingkungan saya.<span id="more-59"></span></p>
<table>
<tr>
<td><img src="http://inspiratif.com/images/ads/square/default.png"></td>
<td><!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --><br />
<script src="http://adsensecamp.com/show/?id=8f3xW%2BN6h7g%3D&#038;cid=1mKE6FR8OXo%3D&#038;chan=0NxsFGASQ1M%3D&#038;type=5&#038;title=3D81EE&#038;text=000000&#038;background=FFFFFF&#038;border=FFFFFF&#038;url=3D81EE" type="text/javascript">
</script><br />
<!-- End: http://adsensecamp.com/ --></td>
</tr>
</table>
<p>Saya ingin mempertanyakan keberadaan partai politik di bumi Indonesia tercinta ini. Kita tahu bahwa sebagian besar calon kepala daerah masih diusung oleh partai politik. Partai politik tersebut mencalonkan kadernya untuk diikutsertakan pada pemilihan kepala daerah secara langsung, tentu saja dipilih langsung oleh rakyat.</p>
<p>Saya membayangkan, ketika sang kader tersebut memimpin daerah, dia akan mempunyai tugas untuk melayani rakyatnya yang notabene telah memilihnya. </p>
<p>Partai politik beserta calonnya tersebut, sering menggembar-gemborkan janji-janji mulia mereka untuk menjadi pemimpin, pada intinya janjinya adalah untuk mensejahterakan rakyat, kurang lebih seperti itu.</p>
<p>Jika tujuannya seperti itu, kenapa tidak dimulai dari aktivisnya? sekretariat mereka yang minimal tersebar di 22 provinsi seharunya mempunyai agenda untuk tujuan mulia tersebut. Bukankah tujuan mereka untuk mensejahterakan rakyat! Jika demikian kenapa kantornya hanya ramai ketika menjelang pemilu?</p>
<p>Jika memang tujuannya untuk melayani rakyat, kenapa kantor-kantor sekretariat mereka di hampir seluruh provinsi tidak memiliki kegiatan sosial yang berimbas langsung kepada rakyat?. Lalu apa fungsinya aktifis parpol? apa hanya bertugas sebagai tim sukses saja?</p>
<p>Lagi dan lagi saya berbeda pandangan dengan orang-orang yang kelihatannya cerdas ini.</p>
<p>Coba kita perhatikan program acara dialog di layar televisi, para tokoh politik sering mengatasnamakan rakyat dalam berpendapat. Mungkin rakyat yang mereka maksud aktifis partainya, keluarga dan sahabat karibnya atau orang-orang yang dekat dengannya (Lagi-lagi saya berbeda pendapat).</p>
<p>Menurut pendapat saya, seandainya kantor sekretariat partai politik di berbagai daerah ini tidak mempunyai kegiatan yang jelas, lebih baik dimanfaatkan oleh para pedagang kecil yang membutuhkan, seperti pedagang sayuran, ikan asin, buah-buahan untuk berjualan. Saya pikir tanpa harus berbicara di depan media sampai berbusa, partai politik tersebut sudah memberikan manfaat kepada rakyatnya, walaupun hanya segelintir. Ini hanya saran loh!</p>
<p>Menurut pengamatan anda, seperti apakah peran aktifis partai politik di daerah-daerah? apakah mereka melakukan aktifitas yang menjurus kepada peningkatan kesejahteraan rakyat?</p>
<p>Saya tunggu pedapatnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.inspiratif.com/keberadaan-partai-politik-dipertanyakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kita ramai-ramai beropini dan  berpolemik, negara asing ramai-ramai menjajah kita.</title>
		<link>http://www.inspiratif.com/kita-ramai-ramai-beropini-berpolemik-negara-asing-ramai-ramai-menjajah-kita/</link>
		<comments>http://www.inspiratif.com/kita-ramai-ramai-beropini-berpolemik-negara-asing-ramai-ramai-menjajah-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 May 2008 00:18:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DS Rachmat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial Politik]]></category>
		<category><![CDATA[asing]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[penjajahan]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[polemik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dsrachmat.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[



Pada masa lampau negara-negara yang mempunyai power ramai-ramai datang ke Indonesia. Tujuannya adalah tidak lain dan tidak bukan mengeruk kekayaan alam yang berlimpah. Senjata berat dan canggih dikerahkan untuk menaklukan bangsa kita.
Korban berjatuhan dikedua belah pihak, istri-istri yang ditinggal mati berperang suaminya kala itu sudah menjadi biasa. Anak-anak yang seyogyanya menikmati masa kecilnya, terganggu oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- Begin: KlikSaya.com --><br />
<script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=3550" type="text/javascript">
</script><br />
<!-- End: KlikSaya.com --></p>
<p>Pada masa lampau negara-negara yang mempunyai power ramai-ramai datang ke Indonesia. Tujuannya adalah tidak lain dan tidak bukan mengeruk kekayaan alam yang berlimpah. Senjata berat dan canggih dikerahkan untuk menaklukan bangsa kita.<span id="more-30"></span></p>
<p>Korban berjatuhan dikedua belah pihak, istri-istri yang ditinggal mati berperang suaminya kala itu sudah menjadi biasa. Anak-anak yang seyogyanya menikmati masa kecilnya, terganggu oleh dentuman bom, ada yang kelaparan ada juga yang kekenyangan (di pihak penjajah).</p>
<p>Peristiwa tersebut terjadi pada masa penjajahan bangsa kita, lalu pertanyaannya adalah apa hubungannya dengan masa sekarang?</p>
<p>Apakah kondisi yang saat ini kita alami sama dengan pengalaman orang tua,  kakek dan nenek kita pada waktu itu?.</p>
<p>Jika jawabannya YA, saya setuju dengan Anda. Saat ini kita masih dijajah oleh bangsa lain, tentunya dengan bentuk lain.</p>
<p>Pada masa lampau bangsa kita dikeruk kekayaan alamnya, pada saat ini mereka mengeruk kekayaan kita melalui cara lain, namun dengan tujuan yang sama, contohnya perusahaan pertambangan FREEPORT, INDOSAT yang sebagian besar sahamnya dikuasai perusahaan Singpura, XL (Malaysia), TELKOMSEL (Singapura), makanan dan minuman yang biasa kita konsumsi; kecap BANGO, ABC, AQUA, McDonald, KFC, STARBUCK, DUNKIN DONUT, COCA-COLA, PEPSI,  dll. Jika Anda mempunyai data tambahan atau memperbaiki data diatas, mohon ditambah dan diperbaiki.</p>
<p>Jadi setiap kita mengkonsumsi produk-produk tersebut sebagian keuntungannya mengalir ke luar negeri, lalu pemerintah kita meminjam uang ke sana yang notabene negara asal dari perusahaan-perusahaan asing yang mendirikan perusahaan disini.</p>
<p>Saya berharap Anda mulai berfikir begini, “ternyata dari dulu sampai sekarang kita masih dijajah toh”.</p>
<p>Ketika kita sadar dengan kondisi yang kita alami saat ini, lalu timbul pertanyaan “apakah dengan opini dan berpolemik penjajahan gaya baru ini akan berhenti?”.<br />
 <!-- Begin BidVertiser code --><br />
<SCRIPT LANGUAGE="JavaScript1.1" SRC="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=130956&#038;bid=350050" type="text/javascript"></SCRIPT><br />
<noscript><a href="http://www.bidvertiser.com/bdv/BidVertiser/bdv_advertiser.dbm">internet marketing</a></noscript><br />
<!-- End BidVertiser code --><br />
Bangsa kita sibuk bertengkar, sementara pihak asing diatas pesawat sedang memilah-milah mencari perusahaan yang akan mereka beli untuk dijadikan mesin uang mereka, iya betul “menjadi mesin uang mereka” ingat gaji buruh kita rendah sekali dan banyak dirugikan.</p>
<p>Ingat kasus salah satu pabrik sepatu di tangerang yang terjadi beberapa waktu lalu, para penjajah gaya baru ini dengan seenaknya mengalihkan kontraknya begitu saja. Mereka memindahkan orderannya ke negara yang mempunyai standar upah buruh yang lebih rendah.</p>
<p>Sekali lagi saya tanya “apakah dengan berpolemik dan beropini para penjajah ini akan menghentikan ulahnya?”</p>
<p>Semoga menginspirasi.</p>
<p>Salam<br />
DS Rachmat<br />
<!-- Begin: KlikSaya.com --><br />
<script src="http://scr.kliksaya.com/js-ad.php?zid=3550" type="text/javascript">
</script><br />
<!-- End: KlikSaya.com --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.inspiratif.com/kita-ramai-ramai-beropini-berpolemik-negara-asing-ramai-ramai-menjajah-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
